Translate

Rabu, 12 Maret 2014

TEORI HEURISTIK DAN HERMENEUTIK

Oleh Kelompok 6
Oki Feri Juniawan                            120210402021
Ryandhita Lingga Nirmala              120210402037
Mega Windayana                              120210402020





Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember

2013


1.     Pendahuluan
Kajian sastra, apa pun bentuknya, berkaitan dengan suatu aktivitas yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra pada awal dan akhirnya, bersangkutpaut dengan karya sastra yang harus diinterpreatasi dan dimaknai. Semua kegiatan kajian sastra, terutama dalam prosesnya pasti melibatkan peranan konsep heuristik dan hermeneutik. Oleh karena itu, heuristik dan hermeneutik menjadi hal yang tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah heuristik dan hermeneutik perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memperoleh pemahaman yang memadai.
Dalam hubungan ini, mula-mula perlu disadari bahwa interpretasi dan pemaknaan tidak diarahkan pada suatu proses yang hanya menyentuh permukaan karya sastra, tetapi yang mampu "menembus kedalaman makna" yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, interpreter (si penafsir) mesti memiliki wawasan bahasa, sastra, dan budaya yang cukup luas dan mendalam.
Berhasil-tidaknya interpreter untuk mencapai taraf interpretasi yang optimal, sangat bergantung pada kecermatan dan ketajaman interpreter itu sendiri. Selain itu, tentu saja dibutuhkan metode pemahaman yang memadai; metode pemahaman yang mendukung merupakan satu syarat yang harus dimiliki interpreter. Dari beberapa alternatif yang ditawarkan para ahli sastra dalam memahami karya sastra, metode pemahaman heuristik dan hermeneutik dapat dipandang sebagai metode yang paling memadai.